selamat datang di website resmi desa gembong kecamatan babat kabupaten lamongan

Sinergi Cegah Stunting, Pemdes Gembong Gelar Rembuk Konvergensi untuk Generasi Sehat

KESEHATANKEGIATAN LAINNYA

Ahmad Syadad

7/6/20263 min read

BABAT, LAMONGAN – Pemerintah Desa Gembong, Kecamatan Babat, terus bergerak aktif dalam mengawal program prioritas nasional penanganan stunting. Bertempat di Balai Desa Gembong, dilaksanakan forum musyawarah Rembuk Stunting Desa pada Senin pagi (6/7/2026) yang dimulai tepat pukul 09.00 WIB. Pertemuan strategis ini dihadiri oleh jajaran Pemerintah Desa Gembong, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Bidan Desa, Kader Pembangunan Manusia (KPM), kader posyandu, tim penggerak PKK, tokoh pendidikan KB/TK, serta Pendamping Desa.

Fokus pada Validasi Data dan Konvergensi Program

Acara dibuka dengan sambutan dari Sekretaris Desa Gembong, Ibu Ainis Sholichatin, yang memberikan arahan atas nama Kepala Desa. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya komitmen bersama dan keterbukaan lintas sektor agar pengalokasian program serta anggaran desa ke depan dapat menyentuh langsung akar permasalahan stunting di masyarakat.

Memasuki sesi inti, Bidan Desa Gembong, Ibu Marya Ike, memberikan pemaparan komprehensif mengenai data kesehatan masyarakat terbaru. Data tersebut mencakup kondisi rill ibu hamil, baduta (bayi di bawah dua tahun), balita, hingga remaja putri yang menjadi sasaran utama program konvergensi stunting. Pemaparan ini menjadi basis acuan bagi peserta rembuk untuk menentukan prioritas penanganan.

Pengawalan Regulasi dan Pembangunan Desa

Turut memberikan arahan, Ahmad Syadad selaku Pendamping Lokal Desa (PLD) Gembong. Beliau memaparkan mengenai pentingnya integrasi hasil rembuk stunting ini ke dalam dokumen perencanaan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) dan APBDDes.

"Melalui konvergensi ini, kita memastikan setiap intervensi—baik itu di sektor kesehatan, edukasi parenting di tingkat KB/TK, hingga pemenuhan infrastruktur sanitasi—berjalan beriringan dan dikawal penuh oleh regulasi desa," jelas Ahmad Syadad.

Melalui jalannya rembuk yang interaktif ini, para kader dan tokoh masyarakat berhasil merumuskan sejumlah poin kesepakatan serta usulan kegiatan prioritas yang akan diajukan ke dalam rencana pembangunan desa tahun berikutnya.

Berdasarkan hasil Rembuk Stunting yang telah dilaksanakan, berikut adalah Usulan Kegiatan Program Konvergensi Pencegahan dan Penurunan Stunting Desa yang terstruktur. Usulan ini dapat langsung diintegrasikan ke dalam dokumen perencanaan desa (RKPDes dan APBDDes Tahun Anggaran Berikutnya) dan dibagi menjadi beberapa klaster intervensi:

I. Klaster Intervensi Gizi Spesifik (Sasaran Langsung)

1. Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Reguler Balita dan Bumil KEK

Uraian: Pemberian makanan tambahan berbasis pangan lokal yang kaya protein hewani untuk balita gizi kurang/stunting dan ibu hamil Kurang Energi Kronis (KEK).

Tujuan: Memperbaiki status gizi sasaran secara berkala (di luar program Makan Bergizi Gratis pemerintah pusat).

2. Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARI) di Lembaga KB/TK

Uraian: Kampanye edukatif dan penyediaan menu bekal sehat berbahan dasar ikan untuk anak-anak di tingkat PAUD (KB/TK).

Tujuan: Membiasakan konsumsi protein tinggi sejak usia dini melalui lingkungan sekolah.

II. Klaster Layanan Kesehatan & Edukasi (Hulu ke Hilir)

1. Optimalisasi Layanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA)

Uraian: Penguatan pemantauan tumbuh kembang anak dan pemeriksaan kehamilan secara berkala di posyandu maupun polindes/pustu.

2. Konseling Gizi Terpadu

Uraian: Layanan konsultasi gizi secara privat maupun kelompok bagi orang tua balita stunting atau bermasalah dalam pola makan.

3. Kelas Ibu Hamil (Bumil) Resti & KEK

Uraian: Edukasi intensif mengenai perawatan kehamilan, tanda bahaya, persiapan persalinan, dan inisiasi menyusu dini (IMD).

3. Posyandu Remaja Putri (Rematri)

Uraian: Pemeriksaan kesehatan berkala (cek hemoglobin), pemberian Tablet Tambah Darah (TTD), serta edukasi kesehatan reproduksi dan hukum perlindungan perempuan bagi remaja usia 12–18 tahun.

Tujuan: Memutus rantai stunting dari hulu (mencegah anemia pada calon ibu).

4. Kelas Parenting (Pola Asuh Anak)

Uraian: Pelatihan bagi orang tua (ayah dan ibu) mengenai pola asuh 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), pencegahan pernikahan dini, dan stimulasi psikomotorik anak.

III. Klaster Sarana Prasarana & Dukungan Kader (Kapasitas Desa)

1. Pengadaan Alat Ukur Badan (Antropometri Kit Standard Kemenkes)

Uraian: Pengadaan alat timbang digital, alat ukur tinggi badan (stadiometer), dan pita LILA yang akurat dan terstandardisasi untuk seluruh posyandu di desa.

Tujuan: Menghindari salah ukur (human error) yang dapat menyebabkan ketidakakuratan data stunting.

2. Pemberian Insentif dan Peningkatan Kapasitas Kader Kesehatan

Uraian: Pengalokasian insentif bulanan yang layak bagi Kader Posyandu dan Kader Pembangunan Manusia (KPM), disertai pelatihan/penyegaran berkala mengenai konvergensi stunting.

Tujuan: Meningkatkan motivasi dan validitas pelaporan data stunting oleh kader di lapangan.

Detail Pelaksanaan Kegiatan:

Acara: Rembuk Stunting Desa Gembong

Waktu: Senin, 6 Juli 2026 | Pukul 09.00 WIB – Selesai

Tempat: Balai Desa Gembong, Kec. Babat

Kategori: Perencanaan & Kesehatan Desa. (AS/05)

Berita Terbaru Lainnya

Jl. Brawijaya No. 1, RT 001 RW 006 Desa Gembong

Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan Provinsi Jawa Timur, 62271

Kontak KAMI

LAYANAN

COPYRIGHT ©2025, PEMERINTAH DESA GEMBONG. ALL RIGHTS RESERVED.

Mobil Sehat Desa Gembong

+62 858-5488-8688

Lokasi