Gencarkan Penurunan Stunting, Pemdes Gembong Salurkan PMT dan Gelar Konseling Gizi bagi Ibu Hamil

Ahmad Syadad

1/24/20261 min read

BABAT, LAMONGAN – Pemerintah Desa Gembong, Kecamatan Babat, menunjukkan komitmen serius dalam mencetak generasi emas bebas stunting. Pada Sabtu (24/1/2026), bertempat di Balai Desa Gembong, dilaksanakan program pemberian Makanan Tambahan (PMT) serta kelas konseling gizi bagi ibu hamil.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program strategis desa dalam pencegahan dan penurunan angka stunting secara dini, yang didanai melalui Dana Desa Tahun Anggaran 2026.

Fokus pada Kesehatan Ibu dan Janin

Program kali ini menyasar 19 ibu hamil yang ada di wilayah Desa Gembong. Selain menerima paket nutrisi tambahan, para peserta juga mendapatkan edukasi mendalam mengenai pola makan sehat selama masa kehamilan.

Ketua Tim Pembina Posyandu Desa Gembong, Ibu Fikriyah, menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan bagi ibu hamil. "Pencegahan stunting harus dimulai sejak dalam kandungan. Kami ingin memastikan setiap ibu hamil di Desa Gembong mendapatkan asupan gizi yang cukup dan pengetahuan yang memadai," tuturnya.

Edukasi Medis dan Pendampingan Desa

Bidan Desa Gembong, Marya Ike, memimpin sesi konseling gizi dengan memaparkan pentingnya konsumsi protein hewani dan pemeriksaan kehamilan secara rutin. Menurutnya, pemantauan ketat pada seribu hari pertama kehidupan (1000 HPK) adalah kunci utama keberhasilan program ini.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ahmad Syadad selaku Pendamping Lokal Desa (PLD), yang memastikan bahwa penggunaan Dana Desa telah terserap sesuai dengan prioritas nasional, khususnya dalam bidang ketahanan kesehatan masyarakat desa.

Kolaborasi dengan Akademisi

Selain itu suasana kegiatan tampak lebih dinamis dengan kehadiran para mahasiswa KKN dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Para mahasiswa ini turut membantu dalam proses pendistribusian PMT serta memberikan asistensi pada sesi diskusi kesehatan, memberikan sentuhan edukasi inovatif bagi para ibu hamil yang hadir.

Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, pendamping desa, dan akademisi, diharapkan angka stunting di Desa Gembong dapat ditekan secara signifikan pada Tahun 2026 ini. (AS/05)

Berita Terbaru Lainnya